aku

pada kemarin kutanyakan

siapa aku?

kamu sekedar makhluk dungu yang tak jua bisa menuai pucuk dari benih yang kau tabur padaku, jawabnya

pada esok kutanyakan

siapa aku?

kamu hanya makhluk gagap yang selalu tak sabar menanti buah dari benih yang kau tabur pada kemarin, ujarnya

lalu, pada hari ini kutanyakan

siapa aku?

sejenak ia terdiam, lalu dengan bijak berujar, kamu adalah apa yang kamu pikirkan

jadi, berpikirlah indah, berpikirlah baik, berpikirlah sempurna, karena bukan pada kemarin atau esok kamu bermakna

tapi pada bagaimana kau menyikapi hari ini.

3 Comments »

  sisi wrote @

aku boleh copy paste puisinya ya?
bukan untuk komersil kok, untuk konsumsi pribadi saja
aku coba mengerti dan coba nulis juga
saat seperti ini biasanya inspirasi deras tercurah
maklum, lagi resah gundah dan gelisah…

salam – Sisi

  ФHi wrote @

hello. thanks yah uda mampir ;)

  Dhika wrote @

Boleh tanya arti carpe diem apa ya..
Thanks for helping


Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>