ketika nanti
ada sesuatu pada cahaya matamu
berpendar di ruang gelap tempat aku bersembunyi
maka kini
ada senyum
mengantar asa seumpama pagi memberi harap
dan ketika malam menghabiskan 24 jam sehari
dan hujan menghantarkan air
dua puluh dua ribu tujuh ratus delapan mili kubik tiap jengkal hati
ketika itulah tiada lagi kini dan nanti
sebab hati telah berhenti saat kini dan nanti tak lagi memberi arti