kata-kata mulai hambar kini
saat benak terlalu berat menanggung duga
pagi tak lagi memberi harap
terang siang hanya menghantar panas
dua ribu tujuh ratus lima puluh delapan derajat tanpa makna
senja yang biasanya ranum dengan puitisasi hati
kini terdiam tergugu menjemput malam
yang sama tercenung pada subuh
dan
keruh kembali membuncah
di rongga dada
lalu samar hati mengiya
gelapnya