Do’a sia-sia-2758

benak berkelahi dengan bathin

Mereka memperebutkan sebongkah daging, hati

ke mata, otak berkata; tak kau lihat pula, kenapa kau harus percaya!

di bathin, mata bicara; kau sudah rasakan ia?

sementara jantung terus berdenyut,

menyebut nama ia lebih tujuh puluh kali dalam semenit

walau sang ia menangis berharap

terkapar

di kamar hotel murahan berpeluh berdaki-daki

No comments yet »

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>