Archive for August, 2008

Walau Habis Terang – Peterpan.

Ku terbiasa tersenyum tenang
walau aargh…
hatiku menangis

Kaulah cerita
tertulis dengan pasti
selamanya dalam pikiranku

Peluk tubuhku untuk sejenak

dan biarkan kita

memudar dengan pasti

biarkan semua seperti seharusnya

tak kan pernah menjadi miliku

 

Lupakan semua
tinggalkan ini
Ku kan tenang
dan kau kan pergi

Berjalanlah walau habis terang
Ambil cahaya cinta kuterangi jalanmu

Di antara beribu lainnya
kau tetap..
kau tetap..
kau tetap..
benderang
O.. oo

bung

bung!

bila riakmu tak berair; biarkan sungaiku menciduk ikan

atau;

sudahi saja labuhmu, dan

biarkan biduk berlayar

ke hilir;

menuju muara

segala mula

Do’a sia-sia-2758

benak berkelahi dengan bathin

Mereka memperebutkan sebongkah daging, hati

ke mata, otak berkata; tak kau lihat pula, kenapa kau harus percaya!

di bathin, mata bicara; kau sudah rasakan ia?

sementara jantung terus berdenyut,

menyebut nama ia lebih tujuh puluh kali dalam semenit

walau sang ia menangis berharap

terkapar

di kamar hotel murahan berpeluh berdaki-daki

Carpe Diem–958

Malam-malam terbangun

Suara lelaki menabuh genderang dikepala

Suara perempuan melenguh

Lalu terbahak menertawakan kekosonganku

Malam-malam terjaga

Terduduk aku

menimang sebilah belati berkarat; pada sesiapa ia akan kurebahkan

malam-malam terisak

mereka terlelap aku terjaga

malam-malam panjang

malam-malam pendek

malam-malam berlari

Carpe Diem-228

Sungai darah mengalirkan susu, kau minum seteguk tak sirna haus

Diremang wisma homy sang pendosa berkhotbah;

Wahai lelakiku, surga bukan terletak dibawah kaki ibu tapi dipangkal kaki lelaki sejati

Carpe Diem–2127

senja belum lagi pamit pada malam

namun beratus kilo perjalanan telah dimulakan

pada rindu mesum barat dan timur dipertemukan

dengan ruh murka melesatlah sang durjana

lewat jalan tengah tak terkira tak terbayangkan

lewat satu senja dua terik, hasrat tak jua tertuntaskan

sembari melipat rukuh sang perawan berkata pada senja;

dua purnama depan Insya Alloh ingin ini kembali akan dicurahkan

sementara dibelahan barat seseorang bersujud berdo’a mohonkan keselamatannya

last wish

tuhan, beri aku lupa ; aku lelah

jangan beri aku tahu, aku muak

beri aku akhir, aku letih

IRIS – Goo Goo Dolls

IRIS

Goo Goo Dolls

And I’d give up forever to touch you
‘Cause I know that you feel me somehow
You’re the closest to heaven that I’ll ever be
And I don’t wanna go home right now

And all I could taste is this moment
And all I can breath is your life
And sooner or later it’s over
I just don’t wanna miss you tonight

And I don’t want the world to see me
‘Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And you can’t fight the tears that ain’t coming
Or the moment of truth in your lies
When everything feels like the movies
Yeah, you bleed just to know you’re alive
And I don’t want the world to see me
‘Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And I don’t want the world to see me
‘Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

And I don’t want the world to see me
‘Cause I don’t think that they’d understand
When everything’s made to be broken
I just want you to know who I am

I just want you to know who I am
I just want you to know who I am
I just want you to know who I am

memelihara rasa – saya

pada suara kutanyakan

apakah rasa ini cinta

sebab semua buku, kitab dan kata pujangga

yang mendefinisikan kata ini

tak satupun yang senada dengan rasa

aku pernah dicabik, diremuk hempaskan

ditikam dalam dekapan

diinjak dihinakan

tapi rasa ini tak jua lekang ku abaikan

apakah rasa ini cinta

atau sejatinya penghamba’an

pada rasa ku bertanya

apakah kamu cinta

ya, jawab sesuara

maka genapkanlah ia

AD LIBITUM I-IV – GUS TF SAKAI DALAM BEN

peluit menembus malam, menggugurkan dedaunan

bersama gemuruh dasar jiwa tertangkap menjauh

: dalam kabut

 

selalu, dari ruangmu hilang ruangku dari gerakmu

hilang gerakku dari bebasmu hilang bebasku

: dayungmulah yang memutus jangkauku

 

lambaian sepi kupersepi, gelombangmu mengempas

ke pantaiku. tertiba kata, alur rindu keperbenci

: tualangmu basah di pancuran bambu

 

sejarak malam dan siang

isya mengeluh pada subuh

: tentang lelah

Older entries »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.