Archive for July, 2008

DIBALIK AWAN – PETERPAN

Ku tak selalu begini

terkadang hidup memilukan

jalan yang kulalui, untuk sekedar bercerita

 

pegang tanganku ini, dan rasakan yang ku derita

Genggam tanganku ini genggam perihnya kehidupan

Apa yang kuberikan, tak pernah jadi kehidupan

Semua yang ku inginkan, menjauh dari kehidupan

 

Tempatku melihat, dibalik awan

Aku melihat dibalik hujan

Tempatku terdiam, tempat bertahan

Aku terdiam dibalik hujan

Sepenggal do’a

Ya Robbi

Tunjuki jalan terbaik untuk kami

Jalan lurus yang Engkau ridhoi

Jalan terbaik untuk agama, hidup dan akhir kami

Ya Muqollibal Qulub

Tegarkan hati kami, penuhi kesabaran dan beri kekuatan

Walau perih menyayat mengisi hari

Beri keikhlasan agar kami mampu menjadi

Hamba-Mu yang pandai mensyukuri

Segala nikmat dan karunia yang telah engkau beri

Ya Robbi, kabulkanlah do’a kami

Dear Alloh,

Dear Alloh, the All-Knowing, All-Hearer, All-Seer

What is written here is not our complaining

Or an expression of our disappointment

No, dear Alloh, the oft Pardoning

We write here just to ease the pain, to let the burden flew, flew from our mischief mind

If it sounds like a query to You, Dear Alloh, the Most Merciful, please understand us,

As a non perfect man, we often struggling in our confident

Because, even if we know, these whole things is Your will,

We sometime just lost our faith, not to You, but to ourselves,

And every time we wondering, can we just survive, to life our live

Until the day, You embrace us again, and If only, it is not forbidden,

we want to just run to You,

just right now, to end the misery, but than again,

we all have to wait for that deliberation day

so here we are, writing about our journey,

throughout good and bad.

Just to put our mind in place where we can observe,

and rearrange our misplace thought

And hope, in the end, we can give gratitude to what we are, instead of wondering to what we are

tentang cinta sejati

Bicara tentang Novel Pembangun Jiwa: Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. aku menemukan satu kesamaan pada pribadi tokoh-tokoh Muslim dan Muslimah didalamnya Pada Fachry, Azzam, Hafez, Fadil bahkan akhirnya Furqon, pada Aisyah, Maria, Nurul, Anna dan bidadari lainnya. Persamaan itu adalah pemahaman dan prioritas mereka berkenaan dengan perasaan cinta Bagi mereka perasaan cinta itu adalah nomor dua, mereka yakin bahwa rasa cinta yang datang tidak pada tempatnya, bukanlah cinta yang layak disebut cinta sejati, mereka yakin bahwa itu hanyalah perasaan yang timbul dari syahwat, nafsu ingin memiliki dan menikmati. Bagi mereka cinta sejati hanya boleh datang setelah mereka telah terikat dalam akad suci Percintaan mereka adalah percintaan kudus, penyatuan dua insan dibawah selimut ketaqwaan Mereka rela hati mereka tercerabut dari akarnya demi sang kekasih Mereka lebih mengutamakan cintanya pada Alloh, yang telah menetapkan jalan untuk mereka ikuti jalan cinta dalam ayat-ayat cinta, sebagian kita mungkin merasa dan berkilah, demi cinta seharusnya setiap mereka berjuang untuk mendapatkannya, sekali-kali tidak, mereka justru telah berjuang untuk cinta mereka, namun mereka percaya, jika tidak disini, disana cinta mereka suatu saat akan dipersatukan seharusnya cerita mereka menginspire kita, aku terutama, untuk selalu memilih jalan cinta yang telah ditetapkan dalam ayat-ayat cinta. Insya Alloh, aku akan mencoba dan terus berusaha.

in pursuit of happiness

sebagian anda mungkin telah mendapat kesempatan menonton film dengan judul diatas. Konon film yang diangkat dari kisah nyata seorang pialang saham di wallstreet, perjuangan hidup dari 0, dengan anaknya mencari kebahagiaan.

Benang merah film ini adalah bahwa kebahagiaan sebenarnya ada fitrah setiap manusia, mencapainya adalah perjuangan hidun dan ia ada dalam setiap diri manusia, tinggal manusia menyingkap dimana relung-relung kebahagiaannya berada.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.